Tahun Harapan Baru

Selamat Tahun Baru 2021 semoga semuanya dalam keadaan sehat menyongsong tahun harapan baru. Ya benar, saat ini kita telah memasuki hari pertama di tahun 2021. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pergantian malam tahun baru kali ini jauh dari hingar bingar kemeriahan dan keceriaan. Dunia sedang menjaga agar pandemi covid19 tidak bertambah luas lagi. 2020 merupakan tahun yang sangat berat bagi hampir semua sektor industri di dunia ini. Salah satu yang paling terpukul adalah pariwisata. Jika kita tengok lagi, berdasarkan tulisan dari WHO disini, disebutkan bahwa pada 31 Desember 2019, Wuhan Municipal Health Commission di China melaporkan sebuah klaster kasus pneumonia di Wuhan, provinsi Hubei, China.

2 Februari 2020, sebanyak 238 WNI yang ada di Wuhan berhasil dipulangkankan ke Indonesia dan dikarantina selama 14 hari di kepulauan Natuna. Seluruh WNI tersebut akhirnya diperbolehkan pulang setelah dinyatakan bebas virus corona. 2 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan kasus pertama virus corona di Indonesia yang dialami oleh 2 wanita asal Depok yang diduga tertular dari WNA asal Jepang. Fast forward ke akhir tahun 2020, dilansir dari laman covid19.go.id tercatat sudah 743,198 kasus positif di Indonesia, 611,097 diantaranya sembuh dan 22,138 dinyatakan meninggal. Berbagai kebijakan sudah dikeluarkan oleh pemerintah, melalui stimulus-stimulus bantuan, yang sayangnya ternodai dengan munculnya kasus korupsi bansos oleh mantan menteri Sosial, Juliari Batubara.

Seperti kata pepatah, life must go on. Apapun yang terjadi tetap optimis menatap masa depan. 2021 tahun harapan baru, seperti yang kita semua sudah dengar beritanya, pemerintah telah mendatangkan vaksin yang diharapkan dapat membantu mencegah penularan covid19 ini. Sehingga jika itu sudah terjadi, maka kondisi perekonomian diharapkan akan kembali pulih. Terlepas dari mencuatnya adanya spekulasi teori konspirasi tentang covid19 ini, kita tetap harus dapat bertahan, dan rebound untuk kembali berkarya.

Dalam tahun-tahun mendatang, kita harus dapat meningkatkan skill kita. Tidak dapat hanya mengandalkan hal-hal lama. Teknologi sudah semakin berkembang pesat. Cepat atau lambat, banyak pekerjaan-pekerjaan yang dahulu dilakukan oleh manusia, akan digantikan oleh mesin, robot, atau artificial intellegence. Jangan lupa, diprediksikan di tahun 2030, atau 10 tahun mendatang, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yang artinya pada tahun tersebut usia produktif di negara kita jauh lebih banyak dibandingkan non prododuktif. Siapkan kita menghadapinya?

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa mendatang. Solusi Indonesia sebagai salah satu perusahaan jasa konsultasi manajemen dan sistem informasi, akan selalu membantu Indonesia untuk menjadi lebih maju lagi. Salah satunya dengan program peningkatan skill dan teknologi, baik bagi personal maupun perusahaan. Jadi jangan tunda-tunda lagi, mari membangun Indonesia yang lebih baik, jadilah penjual skill, bukan pencari kerja lagi.